Minggu, 23 Juni 2013

Catatan Akhir Tapel

HARAPAN DALAM PEMBAGIAN RAPOR
Wali siswa antusias mendegar sambutan kepala sekolah
 


Tahun pelajaran 2012/2013 telah berakhir. Seluruh siswa telah mengikuti seluruh kegiatan kurikuler yang harus mereka laksanakan. Ujian Kenaikan Kelas (UKK) merupakan kegiatan terakhir yang mereka jalani sebagai proses untuk mengukur kompetensi yang mereka miliki.
                Kualitas kompetensi yang mereka kuasai sebagai hasil  belajar tercermin dari nilai yang tertulis di dalam buku rapor. Buku rapor tahun pelajaran 2012/2013 ini, di SDN Kapedi II langsung diterima oleh wali siswa.
                Pemberian rapor di SDN Kapedi II kali ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2013. Menempati ruang kelas VI, para orang tua/wali siswa berkumpul untuk menerima buku rapor anak mereka. Mereka antusias hadir dan meninggalkan pekerjaan mereka untuk hadir dalam acara yang baru pertamakali dilaksanakan dalam sepuluh tahun terakhir.
                Acara yang dipandu oleh Bpk. Muhammad Holid itu dimulai pada pukul 09.00. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bpk. Taufiqurrahman dan dilanjutkan sambutan kepala sekolah Bpk. Abdul Bari yang disambung oleh K. Suroto selaku ketua komite sekolah.
                “Sekolah mengapresiasi seluruh saran/masukan dari masyarakat”, demikian  petikan sambutan yang disampaikan Bpk. Abdul bari. Sekolah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dengan melakukan pembenahan disegala sisi.
                Salah satu perubahan yang akan dilakukan yaitu seragam siswa. Mulai tahun pelajaran baru nanti, siswa laki-laki harus memakai celana panjang, sedangkan bagi siswa perempuan memakai rok panjang hingga menutupi mata kaki dan bajunya juga mesti lengan panjang dengan memakai jilbab. Perubahan ini dilakukan mengingat seluruh siswa di SDN Kapedi II beragama Islam. Salah satu kewajiban umat Islam adalah menutup aurat. Perubahan seragam yang sesuai syari’ah ini membantu siswa memenuhi kewajibannya selaku umat Islam.
                Antusiasme orang tua juga tampak ketika pemandu acara memberikan kesempatan kepada hadirin untuk menyampaikan tanggap sarannya. Beberapa diantara mereka langsung memberikan tanggapan penilaian dan saran.

                Salah satu saran yang dijawab oleh kepala sekolah dan akan dipenuhi segera adalah fasilitas olah raga. Selama ini sarana olah raga yang dimiliki oleh sekolah sangat minim, sementara kebugaran tubuh sangat menentukan prestasi akademik atau non akademik siswa. Maka fasilitas olah raga sangat diperlukan untuk meningkatkan semangat siswa dalam berolahraga.

Sabtu, 02 Februari 2013

Pembentukan Komite

Kapedi, Sabtu 02 Januari 2013
PEMBENTUKAN KOMITE MUDA
Guru-guru, beberapa orang tua siswa dan tokoh masyarakat berkumpul di SDN Kapedi II. Mereka melaksanakan musyawarah pembentukan Komite Sekolah.
Musyawarah yang menempati gedung baru tersebut menetapkan K. Suroto sebagai ketua Komite. K. Suroto terpilih sebagai ketua secara aklamasi. Ketika memilih ketua, peserta musyawarah secara serentak memilihnya.
Terpilihnya K. Suroto dalam pemilihan Komite Sekolah kali ini mengokohkan dia untuk memimpin komite yang kedua kalinya. Pada era kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya, ia juga dipercaya sebagai komite.
Kepercayaan masyarakat kepada K. Suroto untuk mengomandani komite didasarkan pada kapasitasnya yang juga sebagai pendidik. Beliau sudah lama bergumul dalam dunia pendidikan. Beliau sebagai pengasuh pesantren yang mengelola berbagai pendidikan agama memiliki modal ilmu dan pengalaman untuk memimpin komite ini.
Selain memilih ketua, musyawarah juga berhasil menetapkan jabatan-jabatan lain dalam struktur organisasi komite ini. Sekretaris, bendahara, seksi pendidikan, seksi PHBI, seksi keamanan, dan seksi sosial kemasyarakatan terbentuk dalam rapat tersebut.
Abdul Bari dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya peran komite dalam mengembangkan sekolah. “Mudah-mudahan komite dapat bersinergi meningkatkan kuantitas dan kualitas sekolah.” Demikian harapan yang disampaikan oleh kepala sekolah anyar tersebut.
Koordinasi dan komunikasi antara sekolah dan komite akan dilakukan secara intensif. Pertemuan di agendakan akan dilaksanakan secara periodik. Hal ini dilakukan agar keberadaan komite bukanlah hanya sebatas formalitas melainkan benar-benar akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pelayanan pendidikan.
Anggota komite yang hampir seluruhnya dalam usia produktif dinilai positif oleh K. Suroto. “Jiwa muda anggota komite akan lebih banyak berbuat ....” beliau memberikan semangat pada anggotanya pada akhir acara sebelum ia menutup dengan do’anya.